7 Dosa Yang Mematikan

 

Kenapa disebut mematikan? gw juga kurang tahu. Sumber-sumber yang gw baca ngga menjelaskan secara detil kenapa disebut dengan dosa yang mematikan. Tapi kalau gw ambil kesimpulan, ketujuh dosa ini adalah akarnya dari dosa-dosa yang lain. Misalnya lust atau hawa nafsu, itu adalah akar dari dosa zinah, dosa seks pra nikah, dosa ngelanjor (ngelamun jorok), dan lain-lain. Envy adalah akar dosa mencuri, dosa backstabber, dst. Pokoknya kalo satu aja udah tertanam di kita, buah dosanya bisa macem-macem. Bayangin dong ketujuhnya tertanam dengan subur? Mungkin kita jadi penjelmaan anak iblis di dunia. *brb ambil air suci*

Di sini akan gw jelaskan dengan singkat tentang 7 Deadly Sins yang gw dapet dari sebuah sumber.

1. Sloth/Kemalasan

Bahasa latin sloth adalah socordia. kemalasan menjadi sebuah dosa, karena kemalasan mengakibatkan kegagalan manusia untuk mengembangkan talenta yang telah diberikan kepada dia. Walaupun kemalasan adalah dosa yang paling ringan dibandingkan dosa lainnya namun kemalasan adalah pemicu utama dosa-dosa lain yg lebih besar. Dosa kemalasan juga berhubungan dengan Despair ak.Tristitia alias putus asa. Orang malas dan putus asa adalah sebuah suatu kondisi dimana seseorang gagal memanfaatkan talenta yg dimilikinya.
Iblis: Belphegor

2. Wrath/amarah
Bahasa latin wrath adalah ira yang dikenal juga anger or rage, amarah dapat menimbulkan sebuah penyangkalan akan kebenaran, ketidak sabaran, balas dendam dan menimbulkan suatu niat jahat untuk menghancurkan seseorang. amarah dapat timbul akibat dari alasan yang egois, semacam kecemburuan.
Iblis: Satan/Amon

3. Gluttony/kerakusan
Bahasa latin gluttony adalah gula yang memiliki pengertian mengkonsumsi secara berlebihan hingga mencapai sebuah titik point yang sia-sia.. alias terbuang sia2. alias rakus makan! Iblis: Beelzebub
ada 6 cara yang mengarah kepada dosa ini. 
a. Praepropere – makan terlalu cepat dari pada waktunya
b. Laute – makan makanan yang terlalu mahal
c. Nimis – makan secara berlebihan / rakus
d. Ardenter – makan dengan hasrat yang sangat besar
e. Studiose – makan secara sengit/ alias ga mau kalah ama yang laen
f. Forente – makan secara liar/ alias makan tidak beraturan, tidak ber-adat, makan seperti binatang

4. Envy/kecemburuan
Bahasa latin envy adalah invidia yang berarti suatu kondisi akan ketidakpuasan dari sebuah keinginan.
Kecemburuan timbul akibat 2 faktor general/utama yaitu:
a. akibat dari sebuah kondisi ketidak mampuan untuk memiliki sebuah benda/barang yang lebih baik. (inilah faktor yang paling sering terjadi, kita melihat teman kita memiliki HandPhone tercanggih maka hati kita pun muncul rasa iri hati dan memiliki keinginan untuk memilikinya secepat mungkin)
b. akibat dari ketidakpuasan hati kita untuk melihat seseorang yang memiliki kondisi lebih bahagia dari kita dan kita selalu berkata “andai saya adalah dia dan dia adalah saya”!
Iblis:  Leviathan

5. Extravagance/Lust/Nafsu birahi.
Bahasa latin lust adalah luxuria memiliki sebuah artian nafsu birahi. Nafsu birahi disamakan sebagai kebiasaan sex, namun hal ini termasuk ke dalam  sexual addiction, fornication, adultery, bestiality, rape, perversion dan incest. (semua hal ini memiliki pengertian zinah dan perbuatan nafsu birahi lainnya).
Iblis: Asmodeus

(buat gw pribadi, Lust ngga melulu soal nafsu birahi. Tapi juga nafsu terhadap yang lain, misal kekuasaan, kekayaan, dll.)

6. Greed/ketamakan
Bahasa latin greed adalah avaritia yang juga dikenal sebagai avarice / covetousness yang berarti hampir sama seperti nafsu dan kerakusan hanya ini lebih mengarah kepada kekayaan. Kekayaan membuat semuanya berubah, bahkan demi sesuatu yang fana kita rela menjual sesuatu yang abadi demi uang.
Termasuk didalamnya:
a. disloyaltydeliberate betrayal or treason yang mengarah kepada pengkhianatan terutama untuk memperoleh kepentingan pribadi contohnya penyuapan.
b. scavenging and hoarding material = penimbunan kekayaan
c. theft and robbery = pencurian dan perampokan terutama pada penipuan, kekerasan dan penyelewengan hukum semuanya terinspirasi dari dosa ketamakan tersebut.
d. simony = Meminta sumbangan atau semacamnya untuk kepentingan sendiri, dengan iming-iming mendapat imbalan 2x lipat dari yang diberikan, bersifat menyesatkan.

Iblis: Mammon

7. Pride/keangkuhan/harga diri/kesombongan
Bahasa latin pride adalah superbia yang dikenal juga hubris, yaitu dosa paling utama, ter-origin, dan paling berbahaya dari seluruh dosa yang ada termasuk sumbernya yang menciptakan dosa ini adalah iblis tingkat tertinggi. Harga diri yang tinggi seorang manusia membuat manusia menjadi sombong, kesombongan membuat mereka menjadi merasa paling benar diantara yang lain.
Kesombongan membuat manusia menjadi terkutuk dimata Tuhan. Kesombongan membuat manusia mencintai dirinya sendiri. Kesombongan merupakan puncak dari seluruh dosa yang berarti, demi harga diri apapun akan dilakukan. Iblis:Lucifer

Tingkatannya itu diurutkan dari yang paling ringan ke paling berat. Bisa diliat sih dari presentatif demonnya. Untuk dosa nomer 7 demonnya adalah Lucifer yang notabene Raja Iblis. Semua tau dong kisahnya, dia adalah malaikat paling terang hingga suatu hari dia menginginkan tahta kerajaan surga untuk dirinya sendiri. Maka dari itu Tuhan membuangnya dari surga.

Pride dianggap paling berbahaya bukan tanpa alasan. Karena dosa itu adalah dosa paling halus. Kkenapa halus? Karena lo ngga sadar kapan dosa itu merasuki diri lo. Tidak seperti Sloth yang jelas terlihat kalo lo mager itu lo udah dihinggapi Sloth. Atau Lust, kalo lo bawaannya pengen garuk-garuk selangkangan mulu sambil mikirin betapa hot-nya Pevita Pearce, jelas sudah lo lagi dihinggapin setan Asmodeus (tapi kalo objek fantasi lo Mpok Nori, mungkin udah saatnya lo cek kejiwaan).

Lo ngga tau kapan Pride menghinggapi lo, karena lo akan sangat merasa WAJAR berpikiran bahwa lo lebih baik dari orang lain dalam situasi tertentu. Misal: Lo seorang nerd dapet nilai lebih baik dari cewek bahenol (badan heboh otak nol) di kelas lo. Lo mikirnya pasti,”Ah muka doang kece, otak cere.” Itu sudah suatu bentuk Pride, mevrouw. Pasti pembelaan lo adalah,”Ah kan yang gw bilang itu kenyataan. Bukannya gw ngejelekin dia, emang bener dia bego.” Tetap saja. Meskipun yang lo katakan adalah kenyataan, tapi kalo lo menempatkan diri lo lebih di atas orang lain, itu artinya menyombongkan diri.

Serendah atau sehina apapun seseorang, bukan hak kita untuk menghakimi bahwa dia lebih rendah dari kita. Kalau orang lain yang menilai begitu, biar aja, toh itu opini orang. Kita ga bisa membatasi opini orang, hal itu dilindungi undang-undang. Jangan anggap diri kita lebih baik dari orang lain. Kita boleh jadikan seeorang teladan atau pembelajaran. Kita boleh belajar untuk tidak jadi seperti si A, tapi jangan sesekalipun menganggap A rendah dan hina.

Buat gw pribadi, di antara 7 itu yang paling gw sadar keberadaannya dalam diri gw adalah Lust dan Pride. Gw itu sombong. Dan seperti yang gw bilang, kesombongan gw ini tanpa sadar gw lakukan. Kesombongan ini pula yang menggagalkan gw. Bentuk kesombongan gw adalah dengan humblebrag. Artinya, gw berusaha merendah biar disanjung. Contoh: Gw bilang ke temen gw,”Iya gw kan pake gaun itu pas acara kemaren. Eh diliatin orang banyak. Kan malu bangeeeeet.” Terus temen gw bales,”Ya lu diliatin mah gara-gara lu kece kali.” Terus gw jawab,”Apaan sih lu. Ngga lah. Kece apaan, gw gendut gini.” “Ih len, elu tuh ga gendut tau.” “Iya gw gendut!” Terus aja gitu ampe kiamat. Gw berusaha merendah sementara si lawan bicara menyanjung karena menurut dia gw tidak seperti yang gw katakan. Padahal dalam hati gw SENANG mendengar sanjungannya.

Hal itu baru gw sadari akhir-akhir ini. Gw suka merendah biar disanjung, dan menurut gw itu bukan hal yang baik. Karena gw jadi tahu di mata orang gw punya nilai plus dan diam-diam gw bangga akan hal itu. Dan kebanggaan itu bisa aja jadi kesombongan. Makanya, sekarang gw kurang-kurangin merendahkan diri supaya disanjung. mau jelek, mau jerawatan, mau bego, mau males, ngga gw ungkit-ungkit depan orang. Biar orang yang nilai. Kalo menurut mereka gw buruk rupa, biarin aja. Kalo menurut mereka gw lumayan, ya puji Tuhan. Toh mereka cuma bisa menilai dan gw ga hidup dari penilaian mereka.

Tapi tetep, gw percaya bahwa diri gw gendut!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s